Max Kruse Pertimbangkan Bergabung ke Inter ataupun Tottenham

Ujung tombak Werder Bremen, Max Kruse, mengakui bakal memikirkan tawaran yang diterimanya. Masa kontrak Kruse bareng tim Bundesliga itu bakal berakhir penghujung kompetisi musim ini sebagaimana yang dilaporkan media Jerman, Blind.

Dilansir melalui WhoScored, Max Kruse, membela Werder Bremen semenjak kompetisi musim 2016-2017 sudah berlaga dengan durasi 6889 menit melalui 79 laga ataupun 87 menit per laga.

Nyaris tiga musim bareng Bremen, ujung tombak berumur 31 tahun itu sukses menyarangkan 31 goal serta 21 assist pada Bundesliga. Kompetisi musim 2016-2017 merupakan musim paling bagusnya bareng Die Werderaner, dia menyarangkan 15 goal melalui 23 laga.

Sedangkan musim ini, Max Kruse berlaga lumayan cemerlang bareng Bremen, dia menyarangkan sepuluh goal serta delapan assist melalui 27 pertandingan.

Penyerang yang direkrut Werder Bremen dari Wolfsburg itu sebagaimana ditulis Sport Witness menyatakan jika bakal mendengarkan berbagai tawaran yang muncul padanya.

“Tentu saja terdapat hal-hal yang mau aku dengarkan. Kamu mesti menyatakan ini dengan jujur. Apabila ini terlaksana, aku menerimanya, ” tutur Kruse.

Menurut yang diisukan, Kruse mengidamkan tim yang berlaga pada Liga Champions. Inter Milan serta Tottenham Hotspur berpotensi masuk. Menyusul ke 2 tim tengah ada pada tempat 4 besar klasemen masing-masing.

Lebih lanjut, Tottenham Hotspur memburu pelapis yang mendekati kemampuan Harry Kane. Fungsi Harry Kane nyaris tidak bisa digantikan kompetisi musim ini bareng Lily White. Spurs perlu pelapis Harry Kane jika ujung tombak yang sudah menyarangkan 17 goal itu tak bisa berlaga.

Sedangkan Inter Milan mempersiapkan diri memburu suksesor Mauro Icardi yang belum lama ini digosipkan bakal pindah musim panas mendatang.

5 Tim yang Berpeluang Tereliminasi dari Liga Champions

Fase 16 besar Liga Champions bakal kembali berlangsung minggu ini dengan menyajikan sejumlah laga menarik. Tentu saja bakal ada kesebelasan yang akan tersingkir dari turnamen.

Permainan bakal dimulai di hari Rabu (06/03) dini hari WIB serta bakal berlanjut di hari Kamis (07/3) dini hari WIB. 4 laga lain menyusul di pekan depan sebelum pengundian yang bakal diselenggarakan di hari Jumat pekan depan.

Ada sejumlah kesebelasan yang tak mendapat pencapaian baik pada bentrok leg pertama kemarin. Perjalanan mereka di Eropa berpeluang terhenti di leg ke 2 ini nanti.

Berikut ini 5 tim yang berpotensi tereliminasi dari Liga Champions menurut Ronaldo.com yang kami sadur dari situs live streaming bola.

Olympique Lyonnais – Usai menyaksikan 2 laga Barcelona kontra Real Madrid di 2 turnamen akhir-akhir ini, Olympique Lyonnais terbilang nyaris pasti tereliminasi dari Liga Champions di kampanye musim ini.

Pertandingan antar Barcelona bersama Lyon bakal bergulir di Camp Nou pada pekan depan. Tapi, tim Catalan sekarang tengah ada di dalam performa paling bagusnya dan nampaknya Lyon tak memiliki peluang buat melaju ke fase selanjutnya.

Penampilan mereka di leg perdana masih tidak cukup baik buat mendapat hasil positif, khususnya melawan kesebelasan hebat seperti Barcelona.

Ajax Amsterdam – Walau Real Madrid main amat buruk kontra Barcelona di dalam beberapa hari terakhir, Los Blancos memiliki modal hasil positif 2-1 yang mereka peroleh di partai leg perdana di Amsterdam.

Terdapat kemungkinan besar Ajax dapat menyarangkan setidak-tidaknya 1 goal, namun mereka sepertinya bakal tereliminasi di turnamen serta Real Madrid bakal meneruskan perjalanan mereka di Liga Champions.

Paling tidak Ajax berjumpa kesebelasan yang amat hebat sebelum mereka tereliminasi.

Borussia Dortmund – Menurut blog jadwal live streaming bola, ini merupakan satu dari sekian banyak kejutan paling besar di turnamen sejauh ini, Borussia Dortmund tak memiliki banyak kesempatan buat membalikkan defisit 3-0 yang mereka dapatkan kontra Tottenham 2 pekan silam serta mereka mesti mengerjakan yang terbaik buat membalikkan situasi.

Tapi, tak banyak tim sepanjang sejarah Liga Champions yang bisa kembali melalui defisit yang sangat besar.

Tottenham Hotspur kini tengah melalui momen yang tidak begitu baik di kampanye musim ini. Walaupun demikian, mereka rasa-rasanya takkan terkalahkan dengan selisih 4 goal di Signal Iduna Park.

Manchester United – Manchester United menderita kehancuran menyakitkan di Old Trafford kala menghadapi PSG. Ini memperlihatkan jika mereka masih tidak siap buat main menghadapi banyak kesebelasan terkuat sejagat sekarang.

Laga leg ke 2 di Parc des Princes bakal makin sukar bagi Setan Merah sebab 10 bintang mereka tidak ikut serta buat laga itu, termasuk Paul Pogba yang mendapat sanksi.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer tersebut telah mendapatkan penampilan paling bagusnya di ajang dalam negeri, namun Liga Champions takkan semudah itu. Kesempatan mereka buat bangkit dari ketertinggalan lumayan kecil namun mereka mesti melakukan yang terbaik di Paris.

Juventus – Saat Liga Champions awalnya dibuka, Juventus amat diunggulkan buat menjuarai turnamen ini sebab mereka memiliki Cristiano Ronaldo di tim mereka. Liga Champions merupakan turnamen favorit bintang dari Portugal tersebut.

Tapi, La Vecchia Signora tak mujur usai mereka mesti berjumpa Atletico Madrid pada fase enam belas besar. Pasalnya, Los Colchoneros berniat buat main pada laga pamungkas kampanye musim ini di stadion mereka sendiri.

Leg perdana jadi musibah total untuk Juventus. Mereka tetap memiliki peluang buat membalikkan kondisi di Allianz Arena namun kesempatan mereka amat tipis.

Cuma Cristiano Ronaldo yang memiliki kapasitas buat menyarangkan goal yang memberikan Juventus tiket menuju perempat-final. Tapi, apakah ia bisa mengerjakannya?

Ribery Yakin Bisa Singkirkan Liverpool dari Liga Champions

Bayern Munich dan Liverpool memiliki kesempatan yang serupa di permainan ke 2 16 besar Liga Champions sedang minggu depan. Meski begitu, pemain veteran Bayern, Franck Ribery, percaya kali ini kesebelasannya yang bakal maju.

Di permainan pertama yang berjalan di Anfield, Bayern bisa menahan seri Liverpool 0-0. Pencapaian itu jadi keuntungan tersendiri untuk mereka yang bakal gantian berlaga di Allianz Arena.

Penyebab ini juga yang membikin Ribery percaya dapat menendang Liverpool di permainan ke 2. Terlebih penampilan kesebelasannya di Bundesliga sekarang tengah meningkat dengan menguntit Borussia Dortmund dengan angka yang serupa di pucuk klasemen.

“Pertandingan kontra Liverpool amat vital. Aku amat termotivasi di pertandingan itu. Bakal terus terasa spesial saat Kamu berlaga di Liga Champions. Atmosfernya amat lain, ” tutur Ribery pada Bild.

“Kami tengah ada di momen yang baik dan bakal berlaga di markas. Mereka jelas memiliki kedalaman besar, namun kami merupakan Bayern. Kami yakin di penampilan baik kami dan dapat menghajar Liverpool. Kami tak takut pada mereka, ” lanjutnya.

Selain itu, bintang yang bakal berakhir kesepakatan kontraknya bareng tim yang dijuluki Die Roten di penghujung musim ini memburu tempat utama di pertandingan mendatang. Maklum saja penampilannya kampanye musim ini mengalami penurunan seiring cedera yang dia derita.

“Saya sudah bugar buat pertandingan ini. Aku bisa berlaga. Namun keputusan akhir terdapat pada Niko Kovac selaku juru tak-tik. Aku percaya ia bakal membikin keputusan paling baik lantaran kami memiliki hubungan yang amat baik, ” tambah bintang dari Prancis itu.

Bos PSG: Mbappe Fantastis, Aubameyang Selalu di Hati

Juru tak-tik Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, menganggap jika Kylian Mbappe adalah satu dari sekian banyak pemain di atas rata-rata yang pernah dilatihnya. Meski begitu, Tuchel mengakui tak dapat mengabaikan kenangan mengasuh Pierre-Emerick Aubameyang.

Walau sektor serang PSG sudah dihuni Neymar serta Edinson Cavani, Mbappe masih bisa memperlihatkan kemampuannya. Bisa dibuktikan striker timnas Prancis ini mengoleksi 27 goal serta 14 umpan dari 31 performa di semua turnamen. Namun begitu, Tuchel ogah membandingkan siapa yang setingkat lebih bagus dari ketiga bintang itu.

Tuchel memang tidak memiliki banyak memori dengan bintang-bintang PSG. Juru tak-tik dari Jerman itu baru diangkat guna menukangi Les Parisiens di musim panas lalu. Beda halnya bersama Pierre-Emerick Aubameyang yang notabene bekas anak asuhnya sewaktu menangani Borussia Dortmund di 2015-2017. Keduanya menghantarkan tim yang dijuluki Die Borussen menjuarai DFB Pokal 2016-17.

“Saya sudah menangani Pierre-Emerick Aubameyang serta Ousmane Dembele. Auba bakal terus tersedia di hati aku, ” tutur Thomas Tuchel.

“Kylian Mbappe benar-benar mengesankan, namun Neymar serta Cavani juga begitu. Mereka bintang yang mengesankan. Aku tak senang ungkapan menurut pemain paling baik ataupun membandingkan pemain. Kami amat girang dengan pemain-pemain yang tersedia, ” katanya.

“Semua orang di ruang ganti paham betapa Mbappe dapat diandalkan serta amat vital, namun aku tak memberikan urutan guna pemain. Ia masih dapat meningkat sekalipun sukar untuk diyakini. Seluruh orang mendorong ia guna melewati batas serta ia bisa mengerjakannya. Ia memainkan peran amat vital kampanye musim itu, ” tentu Tuchel.

Chelsea Harus Lakukan Hal Ini jika Ingin Jaga Hazard

Legenda Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink, yakin The Blues harus melaju menuju Liga Champions kampanye musim selanjutnya apabila mau menjaga Eden Hazard.

Kesepakatan kontrak Hazard di Chelsea bakal berakhir di tahun 2020 nanti. The Blues telah menawarinya pembaruan kesepakatan kontrak, namun sang pemain tidak ingin tanda tangan.

Bukanlah rahasia lagi jika Hazard jadi salah satu target utama Real Madrid. Pemain asal Belgia itu juga pernah tergoda membela Los Blancos.

Menurut Hasselbaink, satu-satunya cara Chelsea dapat menjaga Hazard merupakan dengan melaju menuju Liga Champions kampanye musim selanjutnya.

“Akan sukar untuk Hazard apabila Chelsea tak ada di Liga Champions kampanye musim selanjutnya. Inilah alasannya laga vs Tottenham Hotspur amat vital, ” tutur Hasselbaink pada The Mirror.

“Tapi cepat ataupun lambat aku kira tim seharusnya mengacak-acak semuanya guna memberi jalur untuk wonderkid seperti Callum Hudson-Odoi. ”

“Mereka punya pemain-pemain muda kuat yang muncul, namun apabila mereka tak dapat masuk ke skuat utama, mereka bakal angkat kaki menuju tim-tim seperti Manchester United, Liverpool serta Spurs yang memberikan mereka peluang, ” Hasselbaink melanjutkan.

Chelsea sendiri saat ini ada di posisi 6 klasemen Liga Premier Inggris. The Blues terpaut 3 poin dari Arsenal pada tempat keempat (batas akhir Liga Champions).

Legenda Inggris: Pemain Chelsea Tidak Hormati Sarri

Kekalahan Chelsea dari Manchester City pada laga pamungkas Carabao Cup menyisakan kejengkelan tersendiri di dalam diri Chris Sutton. Legenda Inggris itu bahwa mengatakan hasil negatif ini tidak lepas dari tingkah laku pemain The Blues yang tak menghormati Maurizio Sarri.

Chelsea kalah 3-4 dalam babak adu penalti usai selama 2 jam hanya berlaga imbang 0-0 melawan City. Laga itu pun diwarnai friksi antar Sarri dan sang kiper, Kepa Arrizabalaga. Kepa tampak tidak mau diganti menjelang akhir pertandingan sehingga membikin sang juru tak-tik marah. Akan tetapi Sutton melihat setingkat lebih dari hal tersebut. Menurutnya yang bermasalah bukanlah hanya Kepa saja, namun juga bintang lain yang berada pada lapangan.

“Di tengah suasana panas itu, hampir seluruh tim lainnya, para pemain bakal menyeret manajer. Bukan cuma Kepa yang sudah melecehkannya di sana, tapi bintang-bintang Chelsea lain juga begitu. Saya sudah melihat bintang yang tak puas sebelumnya, ” tutur Sutton pada BBC.

“Mereka mematuhi keputusan pelatih serta jika Kamu mengalami pertengkaran Anda bakal menyelesaikannya pada ruang berganti. Itu tidak pernah berlangsung sebelumnya serta apa yang kita saksikan hari itu adalah bukti bahwa Kepa harus angkat kaki,” tukasnya.

Sadio Mane: Guardiola Mau Membawaku ke Bayern Munich

Penyerang Liverpool, Sadio Mane, mengatakan bahwa Pep Guardiola sempat berminat guna memboyongnya ke Bayern Munich di 2014.

Kala itu, Sadio Mane tengah memperkuat tim Austria, Red Bull Salzburg. Dia tengah cemerlang di tim ini usai menambatkan hatinya dari Metz pada 2012.

Dalam satu pertandingan friendly pada Januari 2014, Sadio Mane mencuri atensi Guardiola yang saat tersebut menangani Bayern. Mane berhasil menyarangkan 2 goal yang menghantarkan kemenangan 3-0 Salzburg vs Bayern.

“Pada Januari 2014 team saya punya laga friendly vs Bayern di Salzburg. Manajer mereka kala itu masih Pep Guardiola serta team saya mengagetkan mereka dengan cara kami berlaga, ” tutur Mane pada Sport Bild.

“Penasihatku, Bjorn Bezemer, lantas memberi tahuku jika ada kontak dengan Bayern usai laga, namun saya tak merasa mereka betul-betul berminat, ” Mane melanjutkan.

Bareng Salzburg, Mane mencatat 87 pertandingan pada seluruh turnamen dengan raihan 45 goal. Dia lalu gabung Southampton pada September 2014 dengan transfer sebelas juta pounds. Di Soton, Mane mencatat 25 goal dalam 75 laga.

Dia kemudian meneruskan kariernya di Liverpool semenjak 2016 hingga kini. Dengan The Reds, Sadio Mane telah bermain di 104 laga serta menyarangkan 46 goal.

Hanya Terpaut 4 Angka dari Barcelona, Madrid Tak Krisis

Pemain sayap Real Madrid, Lucas Vazquez, menertawakan kabar yang mengatakan kesebelasannya tengah krisis. Vazquez menyatakan, Real Madrid baik-baik saja.

Hari Senin (12/11) dinihari WIB, Real Madrid berhasil mengalahkan Celta Vigo dengan score 4-2. Hasil positif itu menempatkan Madrid pada peringkat ke 6 klasemen sementara La Liga bersama raihan dua puluh angka, cuma berjarak 4 poin melalui Barcelona di puncak klasemen.

“Lawan Celta merupakan laga yang amat penting untuk kami. Kami memenangkan pertandingan lagi dan saat Kamu memburu hasil yang bagus, keyakinan diri membaik serta semuanya jadi nyata. Sangat banyak tentang krisis serta kami cuma 4 angka di belakang Barca. Kami bakal selalu kerja buat mengurangi jarak ini serta memperjuangkan piala,” tutur Vazquez pada Soccerway.

Selain itu, Vazquez pun yakin Madrid telah mendapat hasil positif semenjak dilatih Santiago Solari. Ia menganggap sekarang semua bintang Madrid telah bahagia bersama Solari dan akan mendukung juru tak-tik Argentina itu semaksimal mungkin.

“Sulit buat mengerjakan yang setingkat lebih bagus dari saat ini. Kami sudah memperbaiki perasaan yang bagus, kami merebut kemenangan lagi dan menurutku, Solari layak buat tetap ada pada tempat ini,” Vazquez melanjutkan.

Madris sendiri bakal balik lagi berlaga di La Liga di tanggal 24 November nanti. Los Blancos akan meladeni tantangan dari tim papan tengah, Eibar.

Ini lima Koreografi Terbaik di Derbi Milan Versi Dugout Asia

Derbi Milan jadi atensi untuk penyuka Liga Italia, terlebih ada beberapa aksi mengesankan berupa persembahan koreografi para tifosi ke 2 kesebelasan yang bermain.

Derbi Milan menyajikan laga antara Inter Milan serta AC Milan terus menarik, termasuk performa koregrafi dari tribune penonton.

Tiap-tiap musimnya, terus bakal tersaji 2 kali derbi Milan di Liga Italia.

Derbi Milan itu pun tidak kalah seru dengan beberapa pertandingan kesebelasan sekota ataupun 1 negara di belahan bumi ini, termasuk Indonesia.

Baik pendukung Inter Milan mau pun AC Milan, terus memadati stadion buat melihat permainan kesebelasan idola mereka berduel.

Diberitakan BolaSport. com melalui akun Twitter Dugout Asia, ada 5 koreografi paling baik dari derbi Milan.

1. Koreografi yang ditampilkan di kampanye musim 2010-2011, tepatnya 14 November 2010. Koreografi itu memanfaatkan banner raksasa.

2. Kampanye musim 2012-2013, tepatnya di 24 Februari 2013, banner yang berukuran cukup panjang disertai dengan tarian bendera mini dari pendukung menghiasi stadion.

3. Di 2008-2009, tepatnya di 15 Februari 2009, koreografi dengan simbol Inter Milan yang menghiasi tribune salah satu bagian atas sampai menuju salah satu bagian tengah.

4. Silam di 19 April 2015 ataupun kampanye musim 2014-2015, koreografi buat menyuport Inter Milan terlihat di stadion. Bahkan, ada juga koreografi 3 dimensi kala itu.

lima. Untuk kampanye musim 2011-2012, di enam Mei 2012, ada banner raksasa untuk menyuport Inter Milan dipasang oleh pendukung. Banner itu menutupi dari tribune atas sampai ke tribune bawah.

Wenger: Timnas Jerman Butuh Ozil

Keterpurukan tim nasional Jerman sekarang dapat diatasi oleh kedatangan pemain Arsenal, Mesut Oezil. Hal tersebut menurut yang diutarakan mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Juru tak-tik legendaris Arsenal, Arsene Wenger, menganggap jika sang mantan anak buah, Mesut Oezil dapat jadi pemain berposisi gelandang paling baik lagi apabila balik lagi meneruskan karier internasional.

Malahan, Arsene Wenger memperhitungkan kembalinya Mesut Oezil meniti karier internasional dapat menghantarkan tim nasional Jerman meninggalkan melalui keterpurukan.

“Saya yakin tim nasional Jerman perlu Mesut Oezil, ” tutur Arsene Wenger pada Bild, diberitakan BolaSport. com melalui laman Daily Mail.

“Saya minta juru tak-tik Joachim Loew bisa meyakinkannya guna balik lagi. Oezil, merupakan pesepakbola super serta bukanlah yang paling buruk pada Piala Dunia, ” tutur Wenger meneruskan.

Apakah yang dibilang lelaki berjulukan The Professor ini berkenaan bersama kebiasaan buruk koleksi Der Panzer selama musim itu. Usai terabaikan pada fase grup Piala Dunia 2018, Jerman sekarang terancam terdegradasi menuju Liga B UEFA Nations League 2018-2019.

Keduanya juga dipastikan menderita enam hasil negatif ataupun yang tebanyak selama history kesebelasan, usai bertekuk lutut 1-2 oleh Prancis, Rabu (17/10) lalu.

Di lini lainnya, Wenger pun mengatakan tidak girang saat menyaksikan Mesut Oezil angkat kaki pergi dari tim nasional Jerman. Menyusul umurnya tengah 30 musim.

Seperti dilansir lelaki 68 musim dari Prancis itu, salah satu bintang bakal cukup ditinggal asa berlaga, saat dia paham tidak sedang dapat bersiap guna Piala Dunia serta Piala Eropa.

“Saya girang saat bintang punya situasi (mental) sebagus kemungkinan. Apabila dia tidak menembus tingkat internasional, tersedia cukup hal yang terlepas, ” jelasnya.

Menurut terdeteksi, di Juli 2018 silam Mesut Oezil dengan cara mencengangkan pensiun melalui karier internasional bersama tim nasional Jerman.

Pemikiran Wenger guna menyaksikan Oezil balik lagi berjersey Die Mannschaft juga rasa-rasanya akan tidak dapat terlaksana.

Sebab, banyak masa kemarin juga Joachim sudah menyatakan tidak bakal memulai gerbang balik lagi untuk sang pemain Arsenal.

“Pemain yang sudah undur diri tidak bakal memainkan peran guna diturunkan di masa depan, ” tutur Loew dilansir BolaSport. com melalui laman Sky Sports.

“Ia sudah mengatakan pada rombongan saya jika tidak mau berlaga, aku tidak paham kenapa kita tengah membahas ini, ” jelasnya